leo

Category: Blog

Your blog category

  • Polda Metro Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

    Polda Metro Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

    Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

    Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

    “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

    Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

    Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

    “Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

  • Polda Metro Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

    Polda Metro Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

    Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

    https://youtu.be/vcsixU_-Ckk?si=tKWKQG90vpfjtq6u

    Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

    “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

    Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

    Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

    “Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

  • Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

    Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

    Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

    Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

    “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

    Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

    Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

    “Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

  • Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

    Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

    Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

    Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

    “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

    Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

    Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

    “Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

  • Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

    Polda Metro Jaya Gelar Apel Kebangsaan Sambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia

     

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.

    Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.

    Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.

    “Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.

    “Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.

    Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.

    Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.

    “Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

    Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.

    “Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.

  • Bidhumas Polda Metro Jaya Gelar Ngobrol Bareng Bersama Pers

    Bidhumas Polda Metro Jaya Gelar Ngobrol Bareng Bersama Pers

    JAKARTA — Bidhumas Polda Metro Jaya menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng Bersama Pers” sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan kemitraan dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Forum tersebut menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi, bertukar informasi, serta membangun komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dan media.

    Melalui kegiatan ini, Bidhumas Polda Metro Jaya menegaskan pentingnya sinergi dengan insan pers dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi yang baik diharapkan dapat mendukung terciptanya ruang informasi publik yang sehat dan konstruktif.

    Komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan antara kepolisian dan media juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan keterbukaan informasi dan kerja sama yang solid, berbagai informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat dapat disampaikan secara tepat kepada publik.

    Bidhumas Polda Metro Jaya berharap hubungan kemitraan dengan insan pers terus terjaga dan semakin kuat, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga situasi Jakarta agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

    #NgobrolBarengBersamaPers #JagaJakarta #JakartaAman #JakartaNyaman #JakartaKondusif

  • Bidhumas Polda Metro Jaya Gelar Ngobrol Bareng Bersama Pers

    Bidhumas Polda Metro Jaya Gelar Ngobrol Bareng Bersama Pers

    JAKARTA — Bidhumas Polda Metro Jaya menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng Bersama Pers” sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan kemitraan dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Forum tersebut menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi, bertukar informasi, serta membangun komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dan media.

    Melalui kegiatan ini, Bidhumas Polda Metro Jaya menegaskan pentingnya sinergi dengan insan pers dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi yang baik diharapkan dapat mendukung terciptanya ruang informasi publik yang sehat dan konstruktif.

    Komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan antara kepolisian dan media juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan keterbukaan informasi dan kerja sama yang solid, berbagai informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat dapat disampaikan secara tepat kepada publik.

    Bidhumas Polda Metro Jaya berharap hubungan kemitraan dengan insan pers terus terjaga dan semakin kuat, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga situasi Jakarta agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.

    #NgobrolBarengBersamaPers #JagaJakarta #JakartaAman #JakartaNyaman #JakartaKondusif

  • Polda Metro Pastikan Agustus Aman, Minta Masyarakat Tak Khawatir

    Polda Metro Pastikan Agustus Aman, Minta Masyarakat Tak Khawatir


    Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan siap memastikan keamanan dan ketertiban di tengah munculnya isu demo pada Agustus 2026. Polri siap memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.
    Hal itu disampaikan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers, Jumat (7/8/2026). Iman mengatakan, pada periode Juni-Agustus 2026, tim gabungan Ditreskrimum dan Ditressiber Polda Metro Jaya sudah men-take down 30 konten provokatif hingga hoaks.

    “Kemudian dari 30 konten itu ada beberapa yang berkaitan dengan upaya-upaya dihubung-hubungkan dengan bulan Agustus. Kami yakinkan, kami pastikan, insyaallah Jakarta dan Indonesia akan selalu aman apabila kita bersama-sama menjaga keamanan itu,” kata Iman dalam jumpa pers, Jumat (7/8/2026).

    Iman mengatakan, 28 orang sudah diamankan, yang 10 orang di antaranya diproses hukum, sementara 18 orang lainnya diberi edukasi. Iman menegaskan langkah Polda Metro Jaya dalam ini bukan hanya penegakan hukum semata, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi.

    “Proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri adalah dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam bentuk perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, menghadirkan rasa keadilan, mewujudkan ketertiban, dan memberikan kepastian hukum dengan cara membangun pengetahuan, pemahaman, serta ketaatan terhadap hukum itu sendiri,” jelasnya.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri sudah membentuk tim preventive strike dan preemptive education. Polda Metro Jaya senantiasa berkomitmen menciptakan Jakarta Raya aman.

    “Kami selalu berkomitmen untuk senantiasa melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Kapolri untuk menghadirkan hukum yang berkeadilan,” imbuhnya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan, hingga hari ini situasi Kamtibmas di wilayah hukum DKI Jakarta masih dalam kondisi aman dan tertib. Polisi meminta masyarakat tak khawatir terkait informasi yang beredar di media sosial.

    “Aktivitas ibadah masih berjalan dengan baik, aktivitas dunia pendidikan masih berjalan dengan baik, aktivitas pertokoan, pusat perbelanjaan, juga berjalan dengan normal. Kita melihat di luar, jalanan masih dipadatin dengan intensitas jumlah kendaraan. Moda transportasi masih diisi oleh seluruh masyarakat. Itu menjadi tolok ukur yang nyata bahwa situasi kamtibmas di wilayah DKI sampai per hari ini masih aman dan kondusif,” jelasnya.

    Baca juga:
    Video Lama Demo Diviralkan Lagi, Polda Metro Peringatkan Setop Sebar Hoaks
    Polri menghormati kebebasan berpendapat masyarakat baik, baik di muka umum ataupun di dunia maya. Namun Budi mengingatkan agar masyarakat menaati aturan yang ada.

    “Kami memahami persepsi, pikiran warga masyarakat dengan adanya konten-konten tadi, polisi juga menggunakan kluster cara memitigasi. Tadi pertanyaannya, ‘Apa tolok ukur, bagaimana caranya?’ Kalau untuk mengoreksi, mengoreksi, memberikan kritikan, itu merupakan suatu hak di ruang publik,” kata dia.

    “Tapi apabila provokasi, mengganggu psikologis seseorang untuk menggerakkan orang lain mengganggu kamtibmas, itu yang dilakukan penindakan oleh tim preemptive education dan preventive strike,” imbuhnya.

  • Polda Metro Pastikan Agustus Aman, Minta Masyarakat Tak Khawatir

    Polda Metro Pastikan Agustus Aman, Minta Masyarakat Tak Khawatir


    Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan siap memastikan keamanan dan ketertiban di tengah munculnya isu demo pada Agustus 2026. Polri siap memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.
    Hal itu disampaikan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers, Jumat (7/8/2026). Iman mengatakan, pada periode Juni-Agustus 2026, tim gabungan Ditreskrimum dan Ditressiber Polda Metro Jaya sudah men-take down 30 konten provokatif hingga hoaks.

    “Kemudian dari 30 konten itu ada beberapa yang berkaitan dengan upaya-upaya dihubung-hubungkan dengan bulan Agustus. Kami yakinkan, kami pastikan, insyaallah Jakarta dan Indonesia akan selalu aman apabila kita bersama-sama menjaga keamanan itu,” kata Iman dalam jumpa pers, Jumat (7/8/2026).

    Iman mengatakan, 28 orang sudah diamankan, yang 10 orang di antaranya diproses hukum, sementara 18 orang lainnya diberi edukasi. Iman menegaskan langkah Polda Metro Jaya dalam ini bukan hanya penegakan hukum semata, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi.

    “Proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri adalah dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam bentuk perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, menghadirkan rasa keadilan, mewujudkan ketertiban, dan memberikan kepastian hukum dengan cara membangun pengetahuan, pemahaman, serta ketaatan terhadap hukum itu sendiri,” jelasnya.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri sudah membentuk tim preventive strike dan preemptive education. Polda Metro Jaya senantiasa berkomitmen menciptakan Jakarta Raya aman.

    “Kami selalu berkomitmen untuk senantiasa melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Kapolri untuk menghadirkan hukum yang berkeadilan,” imbuhnya.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan, hingga hari ini situasi Kamtibmas di wilayah hukum DKI Jakarta masih dalam kondisi aman dan tertib. Polisi meminta masyarakat tak khawatir terkait informasi yang beredar di media sosial.

    “Aktivitas ibadah masih berjalan dengan baik, aktivitas dunia pendidikan masih berjalan dengan baik, aktivitas pertokoan, pusat perbelanjaan, juga berjalan dengan normal. Kita melihat di luar, jalanan masih dipadatin dengan intensitas jumlah kendaraan. Moda transportasi masih diisi oleh seluruh masyarakat. Itu menjadi tolok ukur yang nyata bahwa situasi kamtibmas di wilayah DKI sampai per hari ini masih aman dan kondusif,” jelasnya.

    Baca juga:
    Video Lama Demo Diviralkan Lagi, Polda Metro Peringatkan Setop Sebar Hoaks
    Polri menghormati kebebasan berpendapat masyarakat baik, baik di muka umum ataupun di dunia maya. Namun Budi mengingatkan agar masyarakat menaati aturan yang ada.

    “Kami memahami persepsi, pikiran warga masyarakat dengan adanya konten-konten tadi, polisi juga menggunakan kluster cara memitigasi. Tadi pertanyaannya, ‘Apa tolok ukur, bagaimana caranya?’ Kalau untuk mengoreksi, mengoreksi, memberikan kritikan, itu merupakan suatu hak di ruang publik,” kata dia.

    “Tapi apabila provokasi, mengganggu psikologis seseorang untuk menggerakkan orang lain mengganggu kamtibmas, itu yang dilakukan penindakan oleh tim preemptive education dan preventive strike,” imbuhnya.

  • Polda Metro Tangkap 28 Pegiat Medsos Diduga Sebar Hoaks, 9 Jadi Tersangka

    Polda Metro Tangkap 28 Pegiat Medsos Diduga Sebar Hoaks, 9 Jadi Tersangka

    Polda Metro Jaya menindak puluhan pegiat media sosial yang diduga menyebarkan konten provokatif, destruktif, hingga berita bohong atau hoaks melalui sejumlah platform digital.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyebut terdapat 28 pegiat media sosial dengan 37 akun yang didalami dalam kurun waktu Juni hingga Agustus 2026.

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, dari hasil pendalaman tersebut, sebagian pegiat media sosial diproses secara hukum, sedangkan lainnya diberikan peringatan dan edukasi.

    “Tim Kolaborator Penaatan Hukum Polda Metro Jaya sejak Juni-Agustus 2026 telah melakukan upaya pendekatan terhadap 28 pegiat medsos dengan 37 akun yang terindikasi berkaitan dengan penyebaran konten provokatif, destruktif, dan hoaks,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026).

    Dari 28 orang yang didalami, polisi menyebut 10 orang diproses hukum dan ditahan untuk kepentingan penyidikan. Sementara 18 orang lainnya diberikan peringatan serta edukasi.

    37 Akun Media Sosial Didalami

    Selain memeriksa para pengelola akun, penyidik juga melakukan tindakan terhadap sejumlah akun media sosial yang berkaitan dengan perkara tersebut.

    Sebanyak 10 akun disita untuk kepentingan penyidikan. Sementara 22 akun lainnya diberikan kesempatan untuk melakukan pemulihan, perbaikan, atau klarifikasi terhadap konten yang telah diunggah.

    Polisi juga telah menurunkan atau melakukan takedown terhadap 30 konten yang dinilai mengandung unsur provokatif, destruktif, atau hoaks.

    Iman mengatakan sebagian konten tersebut dikaitkan dengan isu keamanan dan situasi yang disebut-sebut akan terjadi pada Agustus.

    “Kami yakinkan, pastikan, insyaallah Jakarta dan Indonesia akan selalu aman apabila kita bersama-sama menjaga keamanan itu,” ujar Iman.

    Polisi Ungkap Empat Modus Penyebaran Hoaks

    Dalam penanganan kasus tersebut, Polda Metro Jaya juga mengungkap sejumlah modus yang digunakan untuk memproduksi maupun menyebarkan konten bermasalah di media sosial.Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Ditargetkan Beroperasi 2028, Pemkab Bogor Dukung Penuh
    Kebakaran Gedung Bapenda DKI Hanguskan 6 Lantai, Polisi Periksa 10 Saksi
    Modus pertama adalah mengambil dan menggunakan dokumen milik orang lain. Dokumen tersebut kemudian dimodifikasi atau dimanipulasi sehingga terlihat seperti dokumen elektronik asli.

    Modus berikutnya adalah membuat atau menggunakan dokumen elektronik palsu yang direkayasa sedemikian rupa agar menyerupai dokumen yang sah.

    Polisi juga menemukan modus penyebaran ulang atau repost konten lama yang mengandung informasi provokatif, destruktif, maupun berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

    Konten lama tersebut kemudian kembali disebarkan seolah-olah merupakan peristiwa terbaru. Polisi menilai cara tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Selain itu, terdapat modus membayar atau memanfaatkan pihak lain untuk memproduksi dan menyebarluaskan konten, termasuk materi yang menyerang kehormatan seseorang dan berpotensi memicu persoalan hukum.

    Polisi Ingatkan Bahaya Repost Hoaks

    Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meneruskan atau mengunggah kembali informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

    Iman menegaskan, tindakan meneruskan konten hoaks atau provokatif tetap dapat berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila memenuhi unsur pidana.

    Polisi juga menyoroti fenomena konten lama yang kembali diproduksi atau disebarluaskan untuk membangun persepsi seolah-olah peristiwa tersebut sedang terjadi.

    “Fenomena konten yang mereproduksi konten lama sehingga lebih ingin membangkitkan kembali seperti apa yang terjadi setahun lalu atau dua tahun lalu,” ujar Iman.

    Dalam perkara ini, para tersangka dikenakan sejumlah ketentuan pidana, di antaranya Pasal 433 KUHP mengenai pencemaran nama baik, Pasal 24 KUHP terkait penyebaran berita bohong, serta ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi di media sosial. Polisi menilai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, terutama yang bersifat provokatif, dapat memperbesar keresahan dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.